Setiap anak dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang unik, mungkin kita sudah sering sekali mendengar ungkapan ini. Tapi tahukah kamu, kemampuan tersebut akan berkembang lebih optimal jika anak diarahkan untuk belajar dengan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kalau kamu adalah orang tua atau tenaga pendidik yang sedang mengawasi tumbuh kembang anak terutama di bidang pendidikan, jangan sampai kamu skip artikel ini, ya! Karena kita akan belajar bersama mengenai 3 gaya belajar paling umum pada anak dan bagaimana cara mendeteksi serta membuatnya lebih maksimal!
3 Tipe Belajar Anak
Secara garis besar, ada 3 jenis preferensi yang digunakan anak ketika mereka menyerap materi pembelajaran, yaitu auditori, visual, dan kinestetik. Berikut ini adalah ciri-ciri dan metode untuk mengembangkannya!
1. Tipe Visual (Dominan Penglihatan)
Anak dengan tipe pembelajar visual akan lebih mudah mengingat perbedaan pola, warna, ataupun hal-hal berbau grafik yang memanjakan indra penglihatan mereka. Ciri lain yang mudah dikenali adalah kegemaran mereka pada membaca, dan melakukan analisa tertentu lantas mendemonstrasikannya secara praktikal.
Kendala belajar yang dihadapi oleh si visual ini biasanya adalah karakternya yang cenderung hilang fokus jika belajar di tempat ramai, karena dia membutuhkan konsentrasi secara penuh.
Cara terbaik untuk anak seperti ini adalah dengan menjelaskan materi dengan grafik-grafik dan spidol warna. Bagi anak yang sudah mulai mampu membuat mind mapping sendiri, ajarkan mereka untuk menafsirkan mata pelajaran yang mereka dapat dalam bentuk tabel yang mudah untuk dipelajari lagi.
2. Tipe Auditory (Dominan Mendengar)
Tidak kesulitan untuk mengingat hasil diskusi secara general? Kemungkinan ini adalah salah satu tanda bahwa anak tersebut memiliki gaya belajar auditory, dengan mengandalkan kepekaan indra pendengarannya. Gaya belajar ini juga biasanya ditandai dengan kesenangannya ketika menuliskan ulang hal-hal yang menurutnya menarik.
Namun untuk membaca, si auditory ini biasanya akan cepat bosan. Anak auditory akan lebih suka jika ada yang membacakan atau menceritakan ulang suatu bacaan daripada membacanya sendiri.
Trik untuk menghadapi si auditory ini adalah memberikan instruksi secara lisan dengan penekanan khusus, atau bahkan merangsang mereka dengan nada atau hal-hal musical.
3. Tipe Kinestetik (Dominan Bergerak Aktif)
Sering disalah artikan sebagai anak nakal yang tidak bisa diam, tapi anak yang mengandalkan gerak fisik dalam proses belajarnya ini akan lebih cepat menangkap sebuah materi dari objek bergerak, loh. Pelajaran berbau praktek akan sangat menyenangkan untuk si kinestetik ini.
Penggunaan alat peraga ataupun memaksimalkan body language ketika menyampaikan materi kepada si kinestetik ini akan membuatnya lebih cepat untuk belajar. Jadi, jangan selalu dianggap anak yang tidak bisa diatur, ya!
Sudah paham kan sekarang? Setelah ini, semoga kamu bisa mempraktekkannya dengan baik, ya! Oh ya, jangan lupa juga untuk memilih lembaga pendidikan terbaik untuk tumbuh kembang anak, misalnya di sekolah yang menerapkan kurikulum terbaik seperti British Jakarta International School. Cek websitenya di https://www.bsj.sch.id/